Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2016

MANAJEMEN RESIKO USAHA BUDIDAYA PUYUH

Memulai Usaha Budidaya Puyuh Dengan Menganalisa dan Mengantisipasi Resikonya

Oleh: Verry Aria Firmansyah (Owner Kencana Quail Farm, Wakil Direktur Institut Kemandirian – Dompet Dhuafa)




Manajemen resiko merupakan salah satu elemen penting dalam menjalankan bisnis atau usaha tidak terkecuali usaha budidaya puyuh. Semakin berkembangnya dunia usaha serta meningkatnya kompleksitas aktivitas usaha mengakibatkan meningkatnya tingkat resiko yang dihadapi usaha kita. Sasaran utama dari implementasi manajemen resiko adalah melindungi usaha kita terhadap kerugian yang mungkin timbul. Institusi usaha mengelola resiko dengan menyeimbangkan antara strategi bisnis dengan pengelolaan resikonya sehingga perusahaan akan mendapatkan hasil optimal dari operasionalnya.

Menjadi wirausahawan, kadang orang berpikir senang dan keberhasilannya saja. Keuntungan dan pundi-pundi rupiah yang ada dalam benak kita. Namun, ada juga sebagian kalangan berpikirnya susah saja, akhirnya tak pernah “take action” wirausaha hanya sekedar angan2 saja. Bagi seorang wirausahawan mengalami kepala cenat-cenut, kepikiran ini dan itu baik gaji karyawan, keluhan pelanggan, omset yang menurun, dan masalah lainnya itu sudah biasa. Bahkan saat karyawan sudah pulang kerja, sang bos masih sibuk berpikir ini dan itu serta melaksanakan evaluasi berbagai hal.

Itulah resiko dalam berwirausaha. Resiko merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita melakukan suatu tindakan. Resiko adalah berbagai kemungkinan yang terjadi pada periode tertentu. Resiko sering dikaitkan dengan kerugian. Jadi resiko adalah ketidakpastian yang mungkin melahirkan kerugian atau peluang terjadi sesuatu yang buruk pada bisnis kita. Begitupun dalam usaha budidaya puyuh, baik penetasan, pembesaran, pedaging maupun petelur. Karena sejatinya dalam berwirausaha itu kerugian adalah suatu kepastian. Sedangkan keberhasilan adalah sesuatu yang harus sungguh-sungguh diperjuangkan dan butuh proses. Sehingga, segala sesuatunya harus diperhitungkan masak-masak dan dikerjakan dengan tekun, teliti dan penuh dedikasi. Jika tak mau mengalami kerugian tentunya.

Kita harus bisa menemukan potensi kerugian yang mungkin terjadi dan mencari cara untuk menangani resiko tersebut. Dunia usaha puyuh pun tak luput dari ketidakpastian. Ketidakpastian dalam dunia usaha akan menyebabkan terjadinya resiko usaha. Ketika kita merencanakan untuk penetrasi pasar dengan menggencarkan promosi produknya. Harapannya penjualan telur puyuh dapat meningkat. Dengan analisis yang mendalam diperkirakan penjualan setelah adanya promosi besar-besaran tersebut dapat meningkat sebanyak 30%. Tetapi kenyataanya penjualan hanya dapat meningkat 12%. Ini merupakan salah satu bentuk resiko yang terjadi dalam dunia bisnis. Resiko dalam bisnis tidak bisa diabaikan begitu saja. Perusahaan perlu menganalisis kemungkinan potensi kerugian dalam bisnisnya tersebut, kemudian mengevaluasi dan mencari cara untuk menanggulanginya. Dengan demikian diharapkan bisnis yang dijalankan dapat meraih keuntungan sesuai yang diharapkan dan terus kontinyu. 

Setiap organisasi perusahaan selalu menanggung resiko. Resiko, bisnis, kecelakaan kerja, bencana alam, perampokan, dan pencurian, kebangkrutan adalah beberapa contoh dari resiko yang lazim terjadi di berbagai perusahaan. Terutama perusahaan yang tidak melakukan tindakan apa-apa, bahkan tindakan preventif pun tidak dilakukan. Perusahaan ini tidak melakukan tindakan untuk pencegahan resiko yang akan timbul nantinya.




Resiko merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita melakukan suatu tindakan.Manajemen resiko merupakan salah satu elemen penting dalam menjalankan bisnis atau usaha tidak terkecuali usaha budidaya puyuh. Tujuan dari penerapan manajemen resiko ini adalah untuk  melindungi usaha kita terhadap kerugian yang mungkin timbul akibat berbagai macam potensi resiko yang bisa saja terjadi suatu waktu. Manajemen resiko, menyeimbangkan antara strategi bisnis dengan pengelolaan resikonya sehingga perusahaan akan mendapatkan hasil optimal dari operasionalnya serta dapat mereduksi kemungkinan – kemungkinan resiko yang akan terjadi. 

Potensi resiko dalam usaha budidaya puyuh sangatlah banyak, diantaranya : ketersediaan & harga pakan (starter, grower, layer), menurunnya produktivitas, telur (waktu dan durasi produksi),  ketersediaan bibit, perubahan cuaca & iklim, virus, bakteri dan penyakit pada puyuh, biosekuriti sebagai pencegahan segala jenis penyakit, dampak terhadap masyarakat, pembatalan pesanan, siap berhadapan dengan industri besar & pesaing jawa, mitra (suplier & konsumen) yang tidak jujur, tidak mencapai target penjualan, modal yang kurang, fluktuasi harga jual, miss management dan masalah ketenagakerjaan, dampak terhadap lingkungan.

Masing-masing dari potensi resiko ini perlu diantisipasi dengan manajemen resiko. Diperlukan inovasi, kreativitas dan analisa tajam untuk dapat membuat strategi bisnis dalam mengantisipasi berbagai potensi resiko tersebut. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, selalu optimis dan yakin bahwa jalan keluar pasti ada.

 Insya Alloh pembahasan dari masing-masing poin ini akan dibahas di tulisan selanjutnya.

Salam,

Verry Aria Firmansyah

________________________________Terima Kasih_______________________________________

Kamis, 07 Januari 2016

Budidaya Puyuh dan Lele Terintegrasi

Integrasi kandang puyuh diatas kolam lele

INTEGRASI PUYUH DAN LELE

Harga pakan puyuh naik.....
Harga telur tidak stabil.....

Lalu bagaimana solusinya agar dapur terus ngebul.......

Larangan import jagung dan bahan pakan lainnya memang membuat harga pakan mau tak mau melonjak naik.

Dunia peternakan memang tak selamanya manis. Tapi yakinlah dengan kerja keras dan kerja cerdas maka resiko dalam berwirausaha bisa diminimalisir dan keberhasilan pun bisa diraih.

Begitupun dalam usaha budidaya puyuh, baik penetasan, pembesaran, pedaging maupun petelur. Karena sejatinya dalam berwirausaha itu kerugian adalah suatu kepastian. Sedangkan keberhasilan adalah sesuatu yang harus sungguh-sungguh diperjuangkan dan butuh proses.

Berikut salah satu inovasi yang dilakukan teman2 peternak di  Kelompok Tani "MINA UTAMA" yang terletak di desa lamong, kecamatan badas, kab. kediri Jawa Timur. Mereka secara guyub atau solid bersatu padu dalam satu kelompok yang mengintegrasikan puyuh dan ikan lele. Hasilnya... WOW......Sekali dayung penghasilan pun double.....




Para peternak di Kediri ini mengintegrasikan puyuh dan budidaya lele. Tapi diluar kebiasaan, lele yang dipelihara ialah leledari mulai bibitnya 1 kilo isi 7-10 ekor yang merupakan lele konsumsi. Kemudian dipelihara 1 s.d 1,5 tahun dengan pakan full kotoran hewan dari si puyuh tentunya. Target panen lele bobot 1-3 kg per eko. Mantap kan..........!!!!

Shooting dulu, peternak merangkap artis dadakan :)
Yah beli lele konsonsomsi sekilo isi 7-10 ekor kemudian setelah 1 tahun lebih diseleksi kembali. Yang mutunya jelek dijual untuk pemancingan. Namun, yang mutunya bagus buat indukan lele lagi 
 Indukan lele inilah yang dijual dan menjadi pundi-pundi rupiah. Market terbesar Kelompok Tani "MINA UTAMA" ialah jual indukan untuk budidadya pembenihan di daerah kampoeng lele Boyolali, yang merupakan sentra lele nasional.


Kumpul dengan Dinas Terkait dan sosialisasi KUR

kelompok tani, "Mina Utama" selalu guyub


Menurut mas Iffat Azizi, untuk ke pembesaran atau jual lele konsumsi ternyata pasar jatim lemah untuk konsumsi ikan air tawar. Maka jika over produksi saat panen pembuanganya ikan konsumsi ini tetap ke jawa tengah. Oleh karena itu mereka fokusi untuk budidaya calon indukan. Dan luar biasanya 80% lebih kebutuhan benih lele jawa tengah dari wilayah kami (kediri -red) yang mensuplai.

Bagaimana dengan keuntungannya???

"Hmmm..... tinggal liat mutunya", kata mas Iffat.

Kalau yg siap pijah seperti di foto itu perkilo harganya 50ribu,, Mantapkan..... Seekor bisa 3 kilogram loh. Berarti 150ribu per ekor. :)


Kalau masih calon indukan harganya hanya setengahnya, yaitu Rp 25ribu per kilogram.
Nah, untuk yang kualitas paling rendah dijual ke pemancingan "Galatama" harganya hanya Rp 13-15 ribu perkilonya.
Panen Mas Bro.....
Untuk jumlah panen, ini tergantung luas kolamnya. Kalau kolam panggung yang atasnya puyuh dan bawahnya lele, rata-rata setiap panen bisa 1ton lebih. Nilainya 20 jutaan sudah bersih dari pakan full kotoran puyuh dengan total populasi puyuh 7ribu ekor.


Nah, itu baru dari 1 kandang dan 1 kolam. Kalau punya beberapa kandang dan kolam. Para pembaca, puyuh lovers sekalian bisa hitung dan kalkulasi sendiri. He...he....

Tertarik beternak lele sambil beternak puyuh.?!?......................


Yukkk mulai action..........................

Bismillah..........................

Integrasi Budidaya Puyuh & Lele

Integrasi kandang puyuh diatas kolam lele
INTEGRASI PUYUH DAN LELE

Harga pakan puyuh naik.....
Harga telur tidak stabil.....

Lalu bagaimana solusinya agar dapur terus ngebul.......

Larangan import jagung dan bahan pakan lainnya memang membuat harga pakan mau tak mau melonjak naik.

Dunia peternakan memang tak selamanya manis. Tapi yakinlah dengan kerja keras dan kerja cerdas maka resiko dalam berwirausaha bisa diminimalisir dan keberhasilan pun bisa diraih.

Begitupun dalam usaha budidaya puyuh, baik penetasan, pembesaran, pedaging maupun petelur. Karena sejatinya dalam berwirausaha itu kerugian adalah suatu kepastian. Sedangkan keberhasilan adalah sesuatu yang harus sungguh-sungguh diperjuangkan dan butuh proses.

Berikut salah satu inovasi yang dilakukan teman2 peternak di  Kelompok Tani "MINA UTAMA" yang terletak di desa lamong, kecamatan badas, kab. kediri Jawa Timur. Mereka secara guyub atau solid bersatu padu dalam satu kelompok yang mengintegrasikan puyuh dan ikan lele. Hasilnya... WOW......Sekali dayung penghasilan pun double.....




Para peternak di Kediri ini mengintegrasikan puyuh dan budidaya lele. Tapi diluar kebiasaan, lele yang dipelihara ialah leledari mulai bibitnya 1 kilo isi 7-10 ekor yang merupakan lele konsumsi. Kemudian dipelihara 1 s.d 1,5 tahun dengan pakan full kotoran hewan dari si puyuh tentunya. Target panen lele bobot 1-3 kg per eko. Mantap kan..........!!!!
Shooting dulu, peternak merangkap artis dadakan :)
Yah beli lele konsonsomsi sekilo isi 7-10 ekor kemudian setelah 1 tahun lebih diseleksi kembali. Yang mutunya jelek dijual untuk pemancingan. Namun, yang mutunya bagus buat indukan lele lagi 
 Indukan lele inilah yang dijual dan menjadi pundi-pundi rupiah. Market terbesar Kelompok Tani "MINA UTAMA" ialah jual indukan untuk budidadya pembenihan di daerah kampoeng lele Boyolali, yang merupakan sentra lele nasional.

Kumpul dengan Dinas Terkait dan sosialisasi KUR

kelompok tani, "Mina Utama" selalu guyub


Menurut mas Iffat Azizi, untuk ke pembesaran atau jual lele konsumsi ternyata pasar jatim lemah untuk konsumsi ikan air tawar. Maka jika over produksi saat panen pembuanganya ikan konsumsi ini tetap ke jawa tengah. Oleh karena itu mereka fokusi untuk budidaya calon indukan. Dan luar biasanya 80% lebih kebutuhan benih lele jawa tengah dari wilayah kami (kediri -red) yang mensuplai.

Bagaimana dengan keuntungannya???

"Hmmm..... tinggal liat mutunya", kata mas Iffat.

Kalau yg siap pijah seperti di foto itu perkilo harganya 50ribu,, Mantapkan..... Seekor bisa 3 kilogram loh. Berarti 150ribu per ekor. :)


Kalau masih calon indukan harganya hanya setengahnya, yaitu Rp 25ribu per kilogram.
Nah, untuk yang kualitas paling rendah dijual ke pemancingan "Galatama" harganya hanya Rp 13-15 ribu perkilonya.
Panen Mas Bro.....
Untuk jumlah panen, ini tergantung luas kolamnya. Kalau kolam panggung yang atasnya puyuh dan bawahnya lele, rata-rata setiap panen bisa 1ton lebih. Nilainya 20 jutaan sudah bersih dari pakan full kotoran puyuh dengan total populasi puyuh 7ribu ekor.


Nah, itu baru dari 1 kandang dan 1 kolam. Kalau punya beberapa kandang dan kolam. Para pembaca, puyuh lovers sekalian bisa hitung dan kalkulasi sendiri. He...he....

Tertarik beternak lele sambil beternak puyuh?!?......................


Yukkk mulai..........................

Bismillah..........................